Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tanah Datar Hadir di Festival Minangkabau 2026, Perkuat Konsolidasi Demokrasi Melalui Pendekatan Budaya

Festival Minangkabau X Bawaslu Tanah Datar

Batusangkar – Bawaslu Kabupaten Tanah Datar turut ambil bagian dalam Festival Minangkabau Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, pada Kamis (25/6/2026) di Batusangkar. Festival budaya yang menjadi ajang pelestarian adat, seni, dan kearifan lokal Minangkabau tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni 2026.

Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Tanah Datar dalam festival ini merupakan bentuk komitmen untuk mendekatkan lembaga pengawas pemilu kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis budaya. Pada kesempatan tersebut, Bawaslu memperoleh satu stand khusus yang dimanfaatkan sebagai pusat Konsolidasi Demokrasi, sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Di stand Bawaslu, masyarakat mendapatkan berbagai informasi mengenai tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu, mekanisme pengawasan partisipatif, upaya pencegahan pelanggaran pemilu, serta pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengunjung juga dapat berdiskusi secara langsung dengan jajaran Bawaslu mengenai berbagai isu kepemiluan, hak dan kewajiban sebagai pemilih, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.

Selain memberikan layanan informasi, Bawaslu Kabupaten Tanah Datar memanfaatkan momentum Festival Minangkabau untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap demokrasi dengan menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif. Melalui pendekatan yang komunikatif dan edukatif, masyarakat diajak untuk menolak politik uang, bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, serta berperan aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Partisipasi dalam Festival Minangkabau menjadi salah satu strategi Bawaslu Kabupaten Tanah Datar dalam memperluas jangkauan pendidikan demokrasi kepada masyarakat. Kehadiran Bawaslu di tengah kegiatan budaya diharapkan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tanah Datar berharap semangat pengawasan partisipatif semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan demokrasi diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan demokrasi, sehingga penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Penulisan dan Foto : Team Humas Bawaslu Kabupaten Tanah Datar