Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Padang, Menyatukan Generasi Digital untuk Demokrasi Transparan

Bawaslu Campus Connect

Bawaslu Campus Connect Hadir di UNP Padang

Padang, 13 Oktober 2026 — Aula Universitas Negeri Padang pagi itu dipenuhi semangat muda. Mahasiswa, akademisi, dan pengawas pemilu berkumpul dalam forum Bawaslu Campus Connect bertema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”. Suasana penuh antusiasme, dengan wajah-wajah mahasiswa yang ingin tahu bagaimana demokrasi bisa tetap tegak di era algoritma dan disinformasi.

Suara dari Bawaslu RI

Anggota Bawaslu RI, Dr. Puadi, S.Pd., M.M., tampil dengan pesan yang tajam. Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak cukup ditopang oleh regulasi dan institusi semata. “Demokrasi membutuhkan pengetahuan, nalar kritis, kebebasan akademik, serta kemampuan masyarakat untuk membedakan antara fakta dan manipulasi,” ujarnya.

Puadi menekankan bahwa transformasi digital Bawaslu bukan sekadar membangun aplikasi atau digitalisasi administrasi. “Teknologi harus mengubah cara Bawaslu memahami risiko, melakukan pencegahan, melaksanakan pengawasan, menerima informasi masyarakat, dan mengambil keputusan,” katanya.

Kampus sebagai Laboratorium Demokrasi

Universitas Negeri Padang dipandang strategis sebagai laboratorium demokrasi. Puadi menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang di mana mahasiswa meneliti, akademisi menguji kebijakan, teknologi dikembangkan, dan gagasan baru tentang masa depan demokrasi Indonesia dilahirkan.

“Bawaslu ingin kampus tidak hanya menjadi tempat menyampaikan informasi, tetapi juga ruang untuk membangun knowledge-based democracy,” tegasnya.

Literasi Digital dan Critical Digital Citizenship

Pesan yang paling kuat ditujukan kepada mahasiswa. Puadi mengingatkan agar generasi muda tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen opini dan agen literasi digital.

“Jangan hanya bertanya apakah informasi ini menarik. Bertanyalah, apakah informasi ini benar. Jangan hanya bertanya siapa yang menyebarkan informasi ini, tetapi untuk kepentingan apa informasi ini disebarkan,” ujarnya.

Pesan ini menjadi fondasi critical digital citizenship — kewargaan digital yang kritis dan bertanggung jawab.

Bawaslu Kabupaten Tanah Datar: Dukungan dan Kolaborasi

Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Datar, Andre Azki, bersama jajaran anggota yakni Zulman Hendrizal dan Al Azhar Rasyidin, menyambut baik kegiatan ini.

Menurut Andre, Universitas Negeri Padang memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam membangun literasi digital dan pengawasan partisipatif di Sumatera Barat. “Kami siap mengintegrasikan semangat Campus Connect ke dalam program pengawasan daerah. Kolaborasi ini penting agar demokrasi di Tanah Datar tidak hanya transparan, tetapi juga bermartabat,” ujarnya.

Demokrasi Bermartabat di Era Digital

Mengutip pemikiran Lawrence Lessig tentang code as regulation, Puadi mengingatkan bahwa arsitektur teknologi dapat memengaruhi perilaku manusia. Karena itu, transformasi digital Bawaslu harus berbicara mengenai etika, transparansi, akuntabilitas, keamanan data, perlindungan hak warga negara, dan keadilan dalam penggunaan teknologi.

“Teknologi adalah alat. Data adalah sumber daya. Institusi adalah instrumen. Tetapi integritas manusia adalah penentu. Dan partisipasi masyarakat adalah kekuatan yang menjaga demokrasi tetap hidup,” pungkasnya.

Penutup

Kegiatan Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Padang menjadi titik temu antara institusi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan generasi muda. Dengan dukungan Bawaslu Kabupaten Tanah Datar, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga memiliki integritas, daya kritis, dan komitmen kebangsaan untuk menjaga demokrasi Indonesia.

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Tanah Datar